IMAN KEPADA HARI AKHIR

  1. Iman kepada hari akhir adalah termasuk dalam rukun iman yang harus diimani oleh umat islam. Tepatnya rukun iman yang kelima dari rukun iman yang enam. Rukun iman berarti kita harus mempercayai didalam hati, mengucapkan dengan lisan serta menunjukkan tindakan bahwa kita benar – benar beriman kepada hari akhir. Masalah ini ada dalam Firman Allah SWT yang artinya : “Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang Sempurna terhadap apa yang Telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). (Al Baqarah : 281)
  2. Hari akhir adalah hari dimana semua alam semester telah mencapai masanya untuk kehancuran. Dunia inipun juga akan mengalami kehancuran yang tidak ada duanya, lenyap tanpa sisa. Bergantilah nanti dengan dunia baru yang disebut dengan Dunia akhirat. Manusia bangkit kembali untuk dihitung amalnya dan dimasukkan dalam surga maupun neraka. Allah berfirman yang Artinya : “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutilah suatu hari yang (pada hari itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah benar, Maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan (pula) penipu (syaitan) memperdayakan kamu dalam (mentaati) Allah.(Luqman : 33)

Mereka tidak akan selamat karena tidak ada yang akan menolong mereka kecuali Allah Azza wa Jalla

Hari akhir mempunyai dua macam bentuknya :

  1. Kiamat Sugro adalah kiamat kecil. Kiamat yang sudah biasa ditemui dalam setiap kehidupan manusia. seperti orang yang meninggal dunia, bencana alam, kecelakaan, dll.
  2. Kiamat Kubro adalah kiamat besar atau disebut dengan akhir dunia. Dimana semua alam semesta akan hancur pada kiamat ini. Seperti tubrukan planet, jatuhnya bintang, hancurnya gunung, dll.

Tanda-tanda kiamat :

  1. Tanda kecil (Sugro) seperti diutusnya Nabi Muhammad sebagai utusan terakhir dan tidak ada lagi Nabi yang akan memberikan risalah baru terhadap manusia, yang menjadi pemimpin bukan dari golongan yang baik akhlak dan perilakunya tapi dari tawanan yang jelek akhlak dan perilakunya, dll.
  2. Tanda besar (Kubro) seperti terbitnya matahari dari barat tenggelam di ufuk timur, keluarnya semacam binatang yang dapat berbicara seperti manusia, keluarnya pemimpin Al Mahdi(ahli bait Rasulullah), munculnya Al Masih Dajjal, turunnya Nabi Isa as, dll.

Dalam kehidupan di hari akhir ini, manusia akan melewati beberapa yaumul atau proses yaitu :

  1. Yaumul Akhir adalah dimana dunia mengalami kehancuran yang sangat dahsyat dan tak terbayangkan oleh manusia sebelumnya.
  2. Yaumul Ba’as adalah tempat makhluk hidup setelah mati untuk menunggu datangnya yaumul akhir. Setelah meninggal ruh tidak akan menuju akhirat tapi semuanya akan berkumpul disini menunggu proses selanjutnya.
  3. Yaumul Hasyr atau Padang Mahsyar adalah sebuah tempat dimana semua makhluk hidup akan dibangkitkan kembali dari kematian. Mereka dikumpulkan disebuah padang dengan matahari yang sangat dekat sekali diujung kepala.
  4. Yaumul Hisab adalah dimana semua amal manusia akan dihitung mana amal yang baik dan mana amal yang buruk. Penghitungannya pun mengalami waktu yang sangat lama.
  5. Yaumul Mizan adalah hari setelah semua amal dihitung maka akan ditimbang berat mana antara amal yang baik dan buruk. Jika baik maka akan menerima dengan tangan kanan, bila buruk akan menerima dengan tangan kiri, ada juga dengan punggung mereka.
  6. Yaumul Jaza’ adalah pembalasan atas semua yang telah dilakukan oleh makhluk hidup didunia sebelumnya. Hanya hewan yang langsung dibalas ditempat itu tidak masuk di neraka maupun surga. Dan penempatan dalam surga dan neraka pun juga bergantung amal yang telah mereka perbuat didunia.

Hikmah iman kepada hari akhir :

  1. Terciptanya tujuan yang luhur dalam kehidupan.
  2. Meningkatnya rasa keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Ta’ala.
  3. Berkurangnya perbuatan maksiat karena teringat akan susahnya bila menghadapi hari akhir.
  4. Mencoba selalu berbuat sesuai dengan ajaran agama islam.
  5. Menjadi instropeksi diri sendiri apakah amalan yang telah dilakukan benar – benar diterima Allah atau diabaikan begitu saja sehingga menambah giatnya beribadah.
  6. Semakin mantapnya pribadi diri sehingga tidak mudah untuk digoyahkan oleh perbuatan yang tidak baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s